Al-Qur'an
diturunkan Allah pada bangsa Arab pada waktu
Nabi Muhammad kira-kira berusia 40
tahun sampai Nabi Muhammad wafat pada usia kira-kira 63 tahun. Sehingga al
Qur’an pada masa hidup nabi ini pertama kali diperkenalkan kepada umat manusia,
terutama bangsa Arab selama 23 tahun. Pengenalannya pun dengan menggunakan
bahasa Arab supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh umat manusia yang pertama
mengenal, tentang maksud dan substansi
al-Quran tersebut, hal ini seagaimana
yang tercantum dalam
al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 3 dan 44, al-Zukhruf ayat 3,
Ibrahimayat 4, serta Asy Syu’ara’ ayat 192-195.
Dari abad 6 masehi tersebut sampai
sekarang, al-Qur’an tersebut mengenal dan menjadi pedoman umat manusia
diseluruh dunia. Dimana perkembangan tersebut berbarengan dengan keadaan umat
manusia didunia ini memilki alat komunikasi yang berbeda-beda, begitu juga
dengan budaya, fisikologis, pendidikan, dan sosial. Selain itu dengan
bertambahnya umur dunia, tidak dapat kita pungkiri bahwa dari bahasa orang Arab
sendiri pun juga mengalami perubahan. Sehingga kita tidak bisa menyamakan
bahasa Arab sekarang dengan bahasa Arab pada masa sekarang.
dan salah satu permasalahannya adalah bagaimana kemurnian Al-Quran tersebut, dalam hal ini dalam al-qur'an menjelaskan bagaimana kemurnian alquran tersebut hingga akhir zaman.
$tBur
tb%x.
#x»yd ãb#uäöà)ø9$# br&
3utIøÿã `ÏB Âcrß «!$# `Å3»s9ur
t,ÏóÁs? Ï%©!$# tû÷üt/
Ïm÷yt
@ÅÁøÿs?ur
É=»tGÅ3ø9$#
w
|=÷u ÏmÏù `ÏB Éb>§
tûüÏHs>»yèø9$#
ÇÌÐÈ ÷Pr&
tbqä9qà)t çm1utIøù$#
( ö@è% (#qè?ù'sù ;ouqÝ¡Î/
¾Ï&Î#÷VÏiB (#qãã÷$#ur
Ç`tB OçF÷èsÜtGó$# `ÏiB Èbrß
«!$# bÎ) ÷LäêYä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇÌÑÈ
Artinya:
37. Tidaklah mungkin
Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan
Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah
ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta
alam.
38. Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad
membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu),
Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang
dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang
benar."
(Dan
ajaklah) #qãã÷$#ur (Tidak ada keraguan padanya) w |=÷u ÏmÏù
(yang dapat di panggil) OçF÷èsÜtGó$# (orang-orang yamg benar) tûüÏ%Ï»|¹
Istilah
(Ma Kana) yang secara bahasa di
artikan tidak pernah ada atau sering juga diberi arti tidak sepatutnya. Menurut
pendapat
Imam Thahir ibnu Asyur ungkapan tersebut digunakan untuk menegaskan
sesuatu dengan sungguh-sungguh (ta’kid), namun menurut
imam Asy-Syafawi
ungkapan ma kana digunakan untuk meniadakan adanya kemampuan untuk melakukan
sesuatu.
Dalam
ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an itu mempunyai dua fungsi, yaitu:
2.
Menjelaskan isi yang
terkandung dalam
kitab-kitab yang diturunkan Allah, yaitu kitab-kitab yang
mengandung hokum-hukum Allah.
Paling
tidak ada tiga aspek Al-Quran yang yang dijadikan bukti kebenaran bahwa seluruh
informasi atau petunjuk yang disampaikan adalah benar-benar dari
Allah. Ketiga
aspek terswbut akan lebih menyakinkan lagi, jika diketahui bahwa Nabi Muhammad
bukanlah seorang yang pandai menulis membaca. Oleh karena, secara akal tidak
mungkin A-Qur’an yang indah tersebut
dibuat olah orang yang ummi dan hidup ditengah masyarakat yang ummi
pula.
Ketiga
aspek tersebut adalah (1) aspek keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya. (2)
pemberitaan-pemberitaan umat terdahulu/ghaib, seperti
Fir’aun mengejar Nabi
Musa yang dikisahkan dalam
surah Yunus (3) Isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an,
misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan cahaya bulan
adalah pantulan (dari cahaya matahari).
Sebelum
ayat ini turun telah ada tantangan sebelumnya yaitu untuk membuat semisal
Al-Qur’an tanpa menyebut batasan (nuka Q.S. Thur: 33-34) kemudian datang lagi
tantanan yang lebih ringan yaitu cukup membuat sepuluh surat (Q.S. Hud:13) baru
kemudian turun tantangan ketiga dengan lebih ringan dari pada sebelumnya. Dan
tantangan yang terakhir turun saat Nabi tinggal di madinah yang termaktub dalam
surah Al-Baqarah ayat 23-24.