Kamis, 31 Januari 2013

DALIL NAQLI KEMURNIAN DAN KESEMPURNAAN ALQURAN




           Al-Qur'an diturunkan Allah pada bangsa Arab pada waktu Nabi Muhammad kira-kira berusia 40 tahun sampai Nabi Muhammad wafat pada usia kira-kira 63 tahun. Sehingga al Qur’an pada masa hidup nabi ini pertama kali diperkenalkan kepada umat manusia, terutama bangsa Arab selama 23 tahun. Pengenalannya pun dengan menggunakan bahasa Arab supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh umat manusia yang pertama mengenal, tentang maksud dan substansi al-Quran tersebut, hal ini seagaimana yang tercantum dalam al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 3 dan 44, al-Zukhruf ayat 3, Ibrahimayat 4, serta Asy Syu’ara’ ayat 192-195.[1]
            Dari abad 6 masehi tersebut sampai sekarang, al-Qur’an tersebut mengenal dan menjadi pedoman umat manusia diseluruh dunia. Dimana perkembangan tersebut berbarengan dengan keadaan umat manusia didunia ini memilki alat komunikasi yang berbeda-beda, begitu juga dengan budaya, fisikologis, pendidikan, dan sosial. Selain itu dengan bertambahnya umur dunia, tidak dapat kita pungkiri bahwa dari bahasa orang Arab sendiri pun juga mengalami perubahan. Sehingga kita tidak bisa menyamakan bahasa Arab sekarang dengan bahasa Arab pada masa sekarang.
                dan salah satu permasalahannya adalah bagaimana kemurnian Al-Quran tersebut, dalam hal ini dalam al-qur'an menjelaskan bagaimana kemurnian alquran tersebut hingga akhir zaman.

$tBur tb%x. #x»yd ãb#uäöà)ø9$# br& 3uŽtIøÿム`ÏB Âcrߊ «!$# `Å3»s9ur t,ƒÏóÁs? Ï%©!$# tû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ Ÿ@ŠÅÁøÿs?ur É=»tGÅ3ø9$# Ÿw |=÷ƒu ÏmŠÏù `ÏB Éb>§ tûüÏHs>»yèø9$# ÇÌÐÈ   ÷Pr& tbqä9qà)tƒ çm1uŽtIøù$# ( ö@è% (#qè?ù'sù ;ouqÝ¡Î/ ¾Ï&Î#÷VÏiB (#qãã÷Š$#ur Ç`tB OçF÷èsÜtGó$# `ÏiB Èbrߊ «!$# bÎ) ÷LäêYä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇÌÑÈ  
Artinya:
37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
38. Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."
     (Menkelaskan) @ŠÅÁøÿs?u       (Membenarkan) ,ƒÏóÁs?       ( di buat) br& 3uŽtIøÿãƒ
     (Dan ajaklah) #qãã÷Š$#ur       (Tidak ada keraguan padanya) Ÿw |=÷ƒu ÏmŠÏù
     (yang dapat di panggil)  OçF÷èsÜtGó$#        (orang-orang yamg benar) tûüÏ%Ï»|¹
      Istilah (Ma Kana) yang secara bahasa di artikan tidak pernah ada atau sering juga diberi arti tidak sepatutnya. Menurut pendapat Imam Thahir ibnu Asyur ungkapan tersebut digunakan untuk menegaskan sesuatu dengan sungguh-sungguh (ta’kid), namun menurut imam Asy-Syafawi ungkapan ma kana digunakan untuk meniadakan adanya kemampuan untuk melakukan sesuatu.
      Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an itu mempunyai dua fungsi, yaitu:
1.      Membenarkan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Nabi Daud as, Nabi Musa as dan Nabi Isa as.
2.      Menjelaskan isi yang terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah, yaitu kitab-kitab yang mengandung hokum-hukum Allah.
      Paling tidak ada tiga aspek Al-Quran yang yang dijadikan bukti kebenaran bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikan adalah benar-benar dari Allah. Ketiga aspek terswbut akan lebih menyakinkan lagi, jika diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai menulis membaca. Oleh karena, secara akal tidak mungkin A-Qur’an yang indah tersebut  dibuat olah orang yang ummi dan hidup ditengah masyarakat yang ummi pula.
      Ketiga aspek tersebut adalah (1) aspek keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya. (2) pemberitaan-pemberitaan umat terdahulu/ghaib, seperti Fir’aun mengejar Nabi Musa yang dikisahkan dalam surah Yunus (3) Isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an, misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari).
            Sebelum ayat ini turun telah ada tantangan sebelumnya yaitu untuk membuat semisal Al-Qur’an tanpa menyebut batasan (nuka Q.S. Thur: 33-34) kemudian datang lagi tantanan yang lebih ringan yaitu cukup membuat sepuluh surat (Q.S. Hud:13) baru kemudian turun tantangan ketiga dengan lebih ringan dari pada sebelumnya. Dan tantangan yang terakhir turun saat Nabi tinggal di madinah yang termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 23-24.


3 komentar:

miazart.blogspot.com mengatakan...

http://miazart.blogspot.com/2011/02/perencanaan-sistem-pembelajaran-pai.html
http://miazart.blogspot.com/2011/02/aliran-syiah-khawarij-murjiah-qadariyah.html
http://kitaabati.blogspot.com/2012/05/pengertian-rasul-ulul-azmi-dan-para.html
http://kitaabati.blogspot.com/2012/04/rpp-mata-pelajaran-aqidah-akhlak.html
http://kitaabati.blogspot.com/2012/08/fungsi-fungsi-kurikulum-pai.html
http://kitaabati.blogspot.com/2012/10/pengertian-tafsir-dan-takwil.html
http://miazart.blogspot.com/2011/02/dasar-tujuan-ruang-lingkup-dan-fungsi.html
http://miazart.blogspot.com/2011/02/proposal-skripsi-pemanfaatan-internet.html

Anonim mengatakan...

Benarkah Allah menyempurnakan sebuah agama?
Sedankan semua ciptaannya dimuka bumi ini tidak ada yg sempurna, bahkan kita manusia yang dipandangnya mulia skalipun tidak sempurna, bagaimana sebuah agama bisa disempurnakannya!

Thahara agita mengatakan...

Semua manusia atau makhluk tuhan lainnya sma d hadapannya,maka sebaik nya kita instropeksi dri sndri.karena tidak ada yg sempurna selain allah swt..

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes